Raising a montessorian

A journey of raising a montessori child in my own way

Rumah Atsiri, Karanganyar, Jawa Tengah


Liburan yang paling kami nanti kali ini adalah ke Rumah Atsiri di Karanganyar, Jawa Tengah karena di sana anak-anak bisa belajar banyak tentang tumbuhan dan minyak atsiri/ minyak esensial, berjalan-jalan di sekitar Rumah Atsiri yang luas, dan mengikuti workshop pembuatan parfum padat. Jadwal workshop tiap bulan berbeda-beda, bisa di cek di instagram Rumah Atsiri.

Sampai di lokasi, kami di sambut hujan lebat. Sedih sekali rasanya karena pasti tour di luar ruangan akan ditiadakan. Sambil berharap hujan reda, kami berbelanja di toko suvenirnya dengan menggunakan voucher yang kami beli sebagai tanda masuk. Harga voucher Rp 50.000/ orang dan dapat digunakan untuk berbelanja di toko suvenir atau mengikuti workshop. Biaya workshop dan tour museum Rp 100.000/ orang. Jika menggunakan voucher tadi, kami tinggal membayar Rp 50.000/ orang.


Foto kiri bawah ini kami sedang menunggu persiapan workshop parfum padat (solid parfume). Ar (7.5 tahun) sudah tidak sabar sabar karena ada acara bakar-bakar menggunakan kompor spiritus. Oleh pematerinya, mama disuruh temani Ar karena akan ada adegan berbahaya. Tapi Ar berbisik ke mama, "I can do it myself, you don't need to help me." dengan tatapan bermakna, "Minggir sana."



Selama workshop, Ar diminta tutor untuk fokus ke pekerjaannya sendiri dan harus hati-hati karena ada pembakar spiritus untuk memanaskan bahan-bahannya. Ternyata Ar bisa ikuti aturan main dan urutan instruksi dengan baik. Kegiatannya berupa mencampur beberapa bahan, melelehkan bees wax, dan mengaduk. Sesuai dengan latihan keterampilan hidup (practical life) Montessori ya? Pada akhir sesi, peserta boleh memakai parfum buatannya sendiri dari kelebihan parfum di beaker. Jadi tidak ada yang dibuang.



Hmm... wangi aroma lavender pilihan Ar memang bikin ngantuk. Mana dia buka rahasia mama pula, "Tiap kali aku gak tidur-tidur (baca:  belum bisa tidur padahal mama udah ngantuk banget), mamaku selalu olesi minyak lavender. Jadinya aku langsung zzzzzz". Selesai workshop, kami senang sekali melihat cuaca menjadi cerah yang berarti kami ada tour di luar ruangan. Hore!


Akhirnya Ar bisa melihat rumah kaca yang sesungguhnya. Selama berkeliling, peserta dipersilakan untuk mencium aroma tumbuhan yang sedang dijelaskan. tetapi peserta tidak diperbolehkan memetik tanaman. Pemandu yang akan memberikan beberapa daun yang bisa dicium aromanya oleh peserta. 



Di tengah-tengah tour, kami dipersilakan mengamati proses penyulingan/distilasi sereh wangi dan enflorasi. Aroma khas sereh sangat terasa di ruangan ini. Kalau Ar sendiri kurang betah di sini karena aromanya yang menyengat. Padahal buat mama biasa saja. Sebagai saran, sebaiknya mengikuti penjelasan pemandu jika ingin mendapatkan ilmunya. Peserta juga diberi waktu untuk berfoto karena tempat ini memang instagrammable. Tapi jika Anda tipe yang senang foto-foto, maka Anda akan ketinggalan pengetahuan yang disampaikan oleh pemandu. Jadi silakan tentukan prioritas apakan ingin dapat pengetahuannya atau mau banyak foto-foto saja.  


Penyulingan/Distilasi


 

Enflorasi


Secara keseluruhan, kami puas dengan kegiatan di Rumah Atsiri. Dapat ilmunya, pengalamannya, kegiatan fisik juga ada. Buat anak-anak, capek juga lho mengelilingi bekas pabrik minyak sereh ini. Iya, capeknya hilang karena sangat menyenangkan berada di sana.


Ada yang ingin tahu perbedaan sereh dapur dan sereh wangi? Nanti akan dibasa di artikel selanjutnya.

















Kami sedang menunggu persiapan workshop solid parfume. Ar udah ga sabar karena ada acara bakar-bakar (menggunakan kompor spiritus). Oleh pematerinya, mama disuruh temani Ar karena akan ada adegan berbahaya. Tapi Ar bisikin mama, "I can do it myself, you don't need to help me." dengan tatapan bermakna, "minggir sana."


 


Jadi begini ya. Sejak awal workshop Ar sudah mendapat perhatian dari tutornya karena Ar kelihatan yang paling pecicilan di antara anak lain. Ar diminta untuk fokus ke kerjaannya sendiri dan harus hati-hati karena ada pembakar spiritus untuk memanaskan bahan-bahannya.

Selama workshop ternyata Ar bisa ikuti aturan main dan urutan instruksi. Pada akhir sesi, peserta boleh memakai parfum buatannya sendiri dari kelebihan parfum di beaker.



Hmm... wanginya aroma lavender pilihan Ar memang bikin ngantuk. Mana dia buka rahasia mama pula, "tiap kali aku gak tidur-tidur (baca:  belum bisa tidur padahal mama udah ngantuk banget), mamaku selalu olesi minyak lavender. Jadinya aku langsung zzzzzz".



Yay, Ar finally visited the real green house.


Pengalaman membedakan berbagai aroma di Rumah Atsiri.

Ada yang tau nama tanaman di foto ke 3-7? Apa aja?

Ada yang tau beda sereh dapur dan sereh wangi? Coba jelaskan singkat.


Bisa jawab di kolom comment ya.

Yang sempat jawab, pasti hidupnya lagi longgar. Libur ya?


Emm, perlu dikasi hadiah ga ya buat yang bisa jawab dengan benar?



Melihat langsung proses penyulingan/distilasi sereh wangi dan enflorasi. Aroma khas sereh sangat terasa di ruangan ini. Kalau Ar kurang betah di sini karena aromanya. Padahal buat mama biasa aja.