Raising a montessorian

A journey of raising a montessori child in my own way

Cultural

Outing: Mengenal Budaya Jawa

Pada bulan Oktober 2016 yang lalu, Mama Ar mengadakan playdate atau kencan main bareng teman-teman yang ada di Jogja. Kegiatan seru-seruan kami adalah "Mengenalkan Budaya Jawa" pada anak-anak. Mereka diajak membatik, bermain gamelan,menarikan tarian Jawa dan melukis wayang. Kegiatan ini dipandu oleh kakak-kakak yang ramah dari Tembi Rumah Budaya.

Video rangkuman kegiatan ada di bawah ini.

.

Dalam kegiatan membatik, kami diperkenalkan macam-macam alat yang diperlukan untuk membatik, dijelaskan cara membatik yang aman dan benar. Jika salah memegang canting (alat yang dipakai untuk memindahkan cairan lilin), maka lilin yang panas bisa melukai bagian tubuh kita. Jadi anak-anak diminta untuk berhati-hati memegang canting. Atau bisa saja lilin menetes di kain sehingga tidak sesuai pola yang disediakan. 

Setelah anak-anak diberi penjelasan, mereka segera mendapat kain mori yang sudah digambari pola oleh kakak-kakak pemandu. Anak-anak mulai membatik didampingi orangtua masing-masing. Setelah mengalami sendiri bagaimana susahnya membatik, orangtua menyadari bahwa membatik ternyata tidak mudah sehingga wajar saja harga kain batik tulis tergolong mahal.


Kegiatan kedua adalah bermain gamelan. Mama Ar sempat ragu, apa bisa ya anak-anak ini main gamelan dengan berbagai macam alat dalam waktu singkat. Ternyata bisa juga mereka. Hore! Keren! Untuk memenuhi keingintahuan mereka, anak-anak diberi waktu untuk mencoba memainkan gamelan sesuka hati. Kemudian mereka dikumpulkan diberi penjelasan nama alat-alat gamelan. Setelah itu, mereka boleh memilih alat gamelan untuk mereka mainkan. Ketika anak-anak sudah pada posisi masing-masing, mereka diarahkan untuk memperhatikan not angka yang tertulis di papan tulis dan mengikuti arahan pemandu kapan giliran mereka menabuh gamelan. Yuk, lihat video kegiatan bermain gamelan.


.


Dan sekarang saatnya menari Jawa. Tarian yang akan diajarkan Kak Brian adalah tarian Prawiro Watang atau lebih dikenal dengan tarian prajurit. Penjelasan tentang tarian Prawiro Watang ada di sini. Kita intip kelucuan dan semangat anak-anak menarikan tarian ini yuk.



Karena melihat anak-anak sudah tampak kelelahan, kakak pemandu memberikan waktu untuk makan siang terlebih dahulu. Kegiatan melukis wayang sangat dinanti-nanti juga oleh anak-anak. Kali ini mereka mendapat wayang kulit Semar. Mereka bebas memilih warna cat yang akan mereka pakai. Kegiatan ini bisa digolongkan sebagai kegiatan pendinginan karena tidak terlalu menguras tenaga. (foto menyusul)

Wow, hari yang sangat menyenangkan bagi anak-anak mengenal budaya Jawa. Ternyata banyak orangtua yang belum pernah mencoba kegiatan ini sebelumnya lho. Jadi kesimpulannya, anak senang, orangtua pun senang. Hore! Terima kasih ya, Tembi.

Ancient Egypt Activities

Mari berkunjung ke Mesir.


Ar memang pengagum piramid. Setiap melihat gambar piramid, selalu bertanya kapan bisa ke Mesir dan masuk ke dalam piramid untuk mengetahui bagaimana keadaan di sana. Bahkan Ar lebih senang menabung sekarang. Kalau ditanya untuk apa nanti hasil tabungannya, jawabnya pasti untuk pergi ke Mesir. Sambil menunggu tabungan Ar cukup untuk ke Mesir, kita pelajari dulu kekhasan negeri itu ya, Mas.



  1. Egypt Mystery Bags 


Seperti biasa, mama Ar mengenalkan kosakata peradaban di Mesir dengan menggunakan miniatur Safari ltd dengan kategori Ancient Egypt. Kebetulan kami punya dua toob karena toob yang satu adalah ganti dari toob pertama yang jumlah miniaturnya tidak lengkap. Pertama Ar dikenalkan dengan nama-nama miniatur tersebut dengan tiga periode pembelajaran (three period lessons). Ketika Ar bertanya untuk apa kegunaan masing-masing benda, mama mulai berdiskusi dengan Ar. 



  2. Menyusun Limas Segi Empat dan Prisma Segi Empat


Bentuk dasar piramid memang menyerupai limas segi empat. jadilah Ar bermain Play Magz dengan menempatkan sebuah persegi sebagai alasnya dan empat segitiga sama kaki sebagi sisi-sisi disampingnya. Untuk saat ini, Ar cukuplah tau tentang sisi-sisi limas segi empat dahulu. Pengetahuan tentang rusuk dan titik sudut bisa ditambahkan nanti.





  3. Menyusun Mastaba


Mastaba adalah tipe kuburan standar pada masa awal Mesir. Bangunannya beratap datar dengan sisi-sisi yang miring. Ar mencoba menggambarkannya seperti ini: ada dua sisi berbentuk persegi dan empat sisi berbentuk persegi panjang. Ar menyebut bangun ini dengan setengah balok. Smile




  4. Bermain Tebak Bayangan


Ar membuat beberapa mastaba dan piramid dari Play Magz, kemudian mama measukkan satu set miniatur Safari Ltd kedalamnya. Ar tidak boleh melihat dahulu. Tugas Ar mengamati isi di dalam piramid dan mastaba dari berbagai sisi tanpa membukanya. Setelah mengetahui benda didalamnya, Ar menyebutkan nama benda itu dengan lantang.




  5. Bermain dengan Meja Lampu (Light Table)


Malamnya Ar bermain dengan meja lampu untuk mengasah sensori penglihatannya di dalam keaadaan gelap. Warna yang ditimbulkan dari pancaran Play Magz memang sangat menarik. Ar betah berlama-lama di meja lampu ini sambil bermain memory game. Di permainan ini, Ar boleh membuka piramid dan mastaba sekali dan menyebutkan semua miniatur yang ada didalamnya. Setelah itu, Ar harus menyebutkan semua miniatur secara urut. Permainan ini dapat melatih konsentrasi dan daya ingat.



  6. Mengamati bentuk Dasar Piramid


Kali ini Ar bermain dengan balok Spielgaben. Dia mengambil limas segi empat dan mencoba menyusun balok berdasarkan bentuk limas segi empat. Kemudian Ar mengamati jaring-jaring kubus yang telah mama persiapkan. Setelah itu Ar ingin membuat piramid dengan beberapa stik dan bola konektor. Ar membutuhkan sedikit bantuan untuk menghubungkan puncak piramid. Dari bangunan stik ini dapat terlihat jelas rusuk-rusuk limas segi empat dan titk sudutnya. Ar mulai menghitung rusuk dan sudutnya.




  7. Merangkai Puzzle dan Mengelompokkan Ukuran Piramid


Sebagai pelengkap kegiatan, Mama menggunakan Egypt free printables dari 3dinosaurs. Banyak sekali kegiatan tentang Mesir kuno yang dapat kita unduh di situ. Ar paling suka dengan puzzle and mengelompokkan piramid dari besar-sedang-kecil. Pengelompokan pramid ini adalah kegiatan dasar matematika.




  8. Menganyam Piramid


Mama menggambar piramid dan menyilet garis-garis balok piramid, memasukkan kertas dalam lubang balok piramid sebagai contoh. Ar mencoba menganyam piramid dengan kertas tersebut meskipun tidak menyelesaikannya. 




  9. Membaca Peta


Saatnya mengenalkan letak negara Mesir dengan Atlas Dunia Anak. Peta di dalam altas ini tidak terlalu rumit, hanya terdapat nama-nama kota penting, hewan khas di perairan dan daratan, serta situs bersejarah. Ar dapat mengenali beberapa simbol situs tersebut dan mencari tahu letaknya.



  10. Seni: Membangun dan Mengecat Piramid


Ar menyusun bangunan piramid dengan menggunakan styrofoam dan mengelemnya. Mama sudah membuat pondasinya terlebih dahulu, Ar melanjutkan bangunannya. Ternyata bentuk akhirnya seperti Temple of Inscription ya? Haha tak apalah, besok kita coba lagi dan hasil yang ini bisa untuk kegiatan lainnya.



  11. Bermain Sensori


Kalau mama sedang tidak ada waktu mempersiapkan kegiatan Ar, bermain sensori dengan tepung maizena dan air menjadi penyelamatnya. Ar suka mencampur maizena dengan air sendiri, ditambahkan dengan beberapa tetes pewarna makanan berwana coklat supaya larutannya berwarna seperti tanah. Kemudian Ar bisa mengaduk-aduk atau menyendok larutan tepung tersebut, mencari-cari miniatur Ancient Egypt dari Safari Ltd. Setelah selesai, wadah untuk bermain sensori bersama isinya ini bisa diletakkan di bawah terik matahari supaya mengeras. Setelah mengeras, Ar bisa bermain peran sebagai penggali peninggalan besejarah. Mama tinggal siapkan palu dan kuas untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah ataupun mumi yang ditemukannya.




  12. Membuat Kolase Piramid


Gambar dasar piramid sama dengan gambar untuk menganyam. Ini yang menggambar mama Ar sendiri, jadi mama yang lain silakan menggambar juga piramidnya dan pastinya akan lebih bagus. Tugas Ar menempelkan potongan kertas tisu atau kadang juga disebut kertas minyak pada gambar piramid. Ketekunan, kerapian, dan kesabaran anak dapat dilihat dalam kegiatan ini.



Ayo teman-teman, kita mengenal tentang Mesir Kuno dengan kegiatan bermain yang menarik ini. 

Outing: Membatik

Beberapa hari yang lalu kami pergi ke Kampung Batik Laweyan di Solo, Jawa Tengah. Sebelum ke sana, Mama menguhubungi Batik Mahkota Laweyan untuk reservasi. Mama minta untuk disiapkan dua kain untuk Ar (berusia 3 tahun) dan Mama yang sudah diberi pola gambar. Demi keamanan Ar, kain tersebut sudah dilukis dengan lilin. Lilin di dalam canting harus dipanaskan dengan kompor kecil. Jika anak belum bisa duduk manis dan konsentrasi, sebaiknya proses ini ditiadakan dulu. Jadi tugas Ar hanya memberi warna pada kain pola tersebut. 


Ar membuat kesepakatan dengan mama di rumah bahwa kami akan 'melukis' batik dan Ar harus berhati-hati di sana karena ada barang-barang yang tidak boleh di pegang karena panas dan berbahaya. Sesampainya di Kampung Batik Laweyan, kami disambut senyum hangat dari para pekerja. Kami melihat bagaimana kain dilukis dengan lilin. Kami diperkenalkan pada Pak Edi, yang akan menemani kami selama proses membatik. Pak Edi telah mempersiapkan pewarna kain dalam beberapa gelas plastik dan beberapa lidi dengan ujung dibalut kain untuk mewarna. Kami pun segera mewarnai kain kami. Mama juga ikut mewarna loo. Seru sekali kegiatan ini. Kami boleh memilih warna apa saja tanpa ada batasan bahwa daun harus hijau, bunga harus merah. Inilah seni!


Setelah selesai mewarnai gambar utama, Pak Edi membantu merapikan warna untuk latar kain sehingga warna yang sebelumnya keluar dari gambar tidak akan kelihatan. Horee batiknya jadi cantik! Karena matahari cukup terik, kain tadi dijemur selama 5 menit. Ar bisa beristirahat untuk minum dan makan. Pak Edi mengambil kain dan mulai melakukan proses fiksasi supaya warna kain tidak pudar. Ternyata proses fiksasi ini adalah mencelupkan kain dalam larutan fiksator kemudian memeras kain dengan alat pres. Kain kembali dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Proses selanjutnya adalah menghilangkan lapisan lilin dalam kain. Pak Edi mendidihkan air, mencelupkan kain, mengaduk-aduk kain beberapa kali, membilas dengan air dingin dan menjemurnya.

  


Sambil menunggu batik karya kami dikeringkan, kami melihat-lihat koleksi kain batik di galeri. Kami juga dapat membeli berbagai kerajinan batik di sana, seperti: kain jarik, kemeja, dress, cardigan, dan rok. Ar menemukan tempat yang cocok untuk menyalurkan hobby nya yaitu meja pendek yang lumayan luas seperti panggung kecil. Biasanya meja itu digunakan untuk duduk santai sambil berbincang-bincang. Ar naik ke atas meja tersebut dan mulai menyanyi dan menari. cukup untuk menyalurkan bakatnya. Tak lama, batik kami sudah kering dan kami bisa membawanya pulang. Ar senang sekali dengan hasil karyanya, dia memeluk mama sambil berkata, "Mama, I love this day. It's so much fun!" 


Karena sudah waktunya makan siang,kami segera berpamitan dan kami mampir ke rumah makan untuk mengisi perut. Dalam perjalanan pulang, Ar pun tertidur kelelahan tapi terlihat sangat bahagia. Kami senang dengan pengalaman baru ini dan pastinya kami akan kembali lagi ke Batik Mahkota Laweyan. 


Supaya lebih mengenal tentang proses membatik, berikut beberapa keterangan yang saya dapatkan dari Batik Mahkota Laweyan.

A. Alat dan Bahan

Alat dan bahan membuat batik dapat di baca di sini.


B. Prosedur Pewarnaan dengan Cara Perendaman

1. Siapkan kain yang akan dicelup/ diwarnai (pastikan kain yang akan dicelup sudah bersih dari kanji dengan terlebih dahulu melakukan tes hilang kanji dengan larutan Kalium Yodida (Kl)

2.Siapkan larutan ekstrak pewarna alam yang akan digunakan untuk mencelup/ mewarnai kain, kemudian masukkan ke dalam wadah (baker glass, ember, dll)

3.Tambahkan zat pembasah (zat aktif permukaan/ wetting agent) pada larutan pencelupan dan aduk hingga tercampur rata, setelah itu masukkan kain yang akan di celup atau diwarnai.

4.Lakukan proses pencelupan/ pewarnaan pada suhu kamar (tanpa pemanasan) selama 30 menit disertai dengan pengadukan agar diperoleh hasil yang merata.

5.Berikutnya tambahkan NaCl/ garam dapur ke dalam larutan pencelupan (saat penambahan NaCl, kain diangkat dari larutan pencelupan),lakukan pengadukan hingga NaCl dapat tercampurrata dengan larutan pencelupan.Selanjutnya kain dimasukkan kembali dalam larutan pencelupan dan pencelupan dilakukan selama 45 menit.

6.Tambahkan alkali (Na2Co3) agar pH larutan pencelupan sesuai dengan pH yang diinginkan. Saat penambahan alkali,kain diangkat dari larutan pencelupan. Kemudian lanjutkan proses pencelupan pada suhu kamar selama 30 menit.

7.Siapkan larutan fiksator (dengan melarutkan tawas atau ferro sulfat ke dalam air) dan masukkan laaurat tersebut ke dalam wadah yang telah disiapkan.

8.Angkat kain yang telah dicelup,masukkan ke dalam larutan fiksator. Lakukan proses fiksasi selama 15-30 menit.

9.Setelah proses fiksasi, kain diperas dan selanjutnya dilakukan beberapa kali pencucian, meliputi cuci panas, sabun, dan panas.
  10.Keringkan kain.



C. Prosedur Pencucian Panas dan Sabun

1.
Siapkan air panas dengan suhu 70-800 Celcius dalam suatu wadah (untuk cuci sabun, pada air pencucian ditambahkan sabun/ detergen sebanyak 1-2 gram).

2.
Masukkan air yang telah dicelup/ diwarnai pada air pencucian dan lakukan pencucian pada suhu 70-800 Celcius selama 10-15 menit. Selama pencucian dilakukan pengadukan agar sisa-sisa zat warna alam dan zat fiksator yang tidak berikatan dengan kain dapat dihilangkan.

3.
Setelah pencucian selesai, angkat kain dan lanjutkan dengan pencucian berikutnya.
       4.Keringkan kain.

Sepertinya rumit sekali proses membatik ini ya? Tapi kalau kita lihat video pembuatan batik di bawah ini akan terlihat mudah sekali dan sangan menarik bagi anak-anak. Video kedua adalah kegiatan membatik Ar bersama teman-temannya di lain kesempatan. Pastinya lebih seru jika membatik bersama banyak teman ya.