Raising a montessorian

A journey of raising a montessori child in my own way

Kegiatan Membaca dengan Kartu Merah Muda

Kartu merah muda sangat membantu anak dalam belajar membaca. Langkah dalam mengajarkan membaca sebaiknya ditempuh dengan tahapan sebagai berikut:

Pertama anak diperkenalkan dengan fonik, yaitu bunyi dari suatu kata. Pengenalan fonik dapat dilakukan dengan menyanyi lagu fonik dan meraba sandpaper letters (kartu amplas huruf). Kemudian anak diajarkan cara merangkai dua fonik menjadi suku kata. Contohnya: ba-bi-bu-be-bo. setelah menguasai suku kata, anak menggabungkan suku kata menjadi sebuah kata.


Foto di bawah ini adalah kegiatan Ar (4 tahun) membaca kata menjadi dua fonik. Ar diminta untuk membaca kartu kata lalu mencari gambar yang tepat sesuai kata tersebut. Setiap kali bisa membaca kata di kartu, Ar terlihat terkejut karena segera membayangkan kata benda yang baru saja dia baca. Jadi kata-kata yang biasanya dia ucapkan ternyata ada tulisannya. Waah, menarik sekali!

Kegiatan kartu merah ini juga bisa digabung dengan kegiatan pra-menulis yaitu dengan mneggunakan huruf berpindah (large movable alphabet). Setelah membaca kata di kartu, Ar diminta untuk mencari huruf dari fonik yang membentuk kata tersebut. Kegiatan ini mudah dilakukan anak-anak karena mereka tinggal mencari huruf yang sama dengan yang ada di kartu. Tantangannya adalah mengucapkan tiap fonik dari kata tersebut.

Setelah bisa menjodohkan kata dengan gambar, mama mempersiapkan kartu baca saja dan biasanya kartu tersebut mama bendel supaya tidak tercecer dan bisa digunakan ketika dalam perjalanan. Kadang setelah bisa membaca suatu kata, Ar akan menjelaskan maksud dari kata tersebut. Bisa dengan menyentuh bendanya atau hanya menjelaskan dengan kata-kata yang lebih rinci. Ar tidak ada target harus menyelesaikan semua kata. Mau membaca lima kata saja sudah bagus asalkan anaknya menikmati kegiatan tersebut. Jika dipaksakan, anak merasa kegiatan ini tidak menyenangkan dan membuatnya tertekan. Makanya santai saja memberikannya ya, buibu. Kalau anak belum tertarik, tidak perlu dipaksakan.


Printables kartu merah muda dapat diunduh di sini. Sedangkan tujuan dan cara mengajarkan kartu merah muda dapat dibaca di sini.

Sight Word Reading: At the Kitchen

Sight word reading is actually not part of Montessori curriculum, however I found it effective for my son because I had given him flashcards since he was a baby. Ar (two years old) could recognized some short words after several repetition. Therefore, I decided to label some toys so that he would be familiar with the words.When Ar learns new things, he can understand them better in English first then I said the Indonesian terms when he has mastered the English. Choose the language which is easily understood by your children. I used three period lesson to present new vocabulary.



After Ar remembered the names of kitchen utensils, we played myster bags.

1. prepare two sets of kitchen utensil toys and two dark pouches or bags 
2.put each toy set in a pouch
3.player A takes one of kitchen utensil toys from the pouch
4.player B has to take the same toy from his pouch. He should not look inside the pouch
5.if player B can get the right toy, he will get a score or the pair of the toy
6.then take turn, player B takes one of kitchen utensil toys from the pouch
7.player B has to take the same toy
8.do it until all of the toys finish
9.the winner is the player who gets the most toys



Ar enjoyed this game very much. He was excited when he gets the right toys. The purpose of this game is to learn new vocabulary, recognize new things, and develop sense of touch.


_____________________________________________________________


Membaca kata secara sekilas sebenarnya bukan bagian dari kurikulum Montessori, namun saya menemukan itu efektif untuk anak saya karena saya telah memberinya kartu baca sejak ia masih bayi. Ar (dua tahun) bisa mengenali beberapa kata-kata singkat setelah beberapa pengulangan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memberi label nama pada beberapa mainan sehingga ia akan akrab dengan nama dari benda tersebut. Ketika Ar belajar hal-hal baru, dia bisa memahami kat-kata lebih baik jika dalam bahasa Inggris kemudian saya memberitahu bahasa Indonesianya ketika ia telah menguasai istilah dalam bahasa Inggris. Saran saya, pilih bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak Anda. Saya menggunakan tiga periode pembelajaran untuk mengenalkan kosakata baru