Raising a montessorian

A journey of raising a montessori child in my own way

Lifelong Learning Mama

Pendidikan Seksual pada Anak

Sebagai orangtua kadang kita merasa enggan untuk menyampaikan tentang seksualitas pada anak ataupun khawatir dengan ancaman para predator di luar sana. Demikian juga para mama di Lifelong Learning Mamas (L3M). Kamiipun mengadakan diskusi dengan psikolog anggota L3M juga. Narasumber kami, Srie Tarwanti. M.Psi. ditemani oleh Rurina Ulya, S.Psi., memberikan penjelasan tentang pendidikan seksual pada anak.

Berikut rangkuman tentang pendidikan seksual pada anak:


Konsep Dasar Pendidikan Seksual Pada Anak

Mengajari anak tentang pendidikan seksual saat usia dini, ada beberapa kata kunci yang harus dipahami. Kata kunci tersebut adalah “pendidikan” dan “seks”.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata “pendidikan” adalah proses mengubah sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam upaya mendewasakan melalui upaya pengajaran dan latihan, sedangkan kata “seks” mempunyai dua pengertian, pertama berarti jenis kelamin dan kedua adalah berhubungan dengan alat kelamin.

Pendidikan seks saat ini juga mempunyai arti yang sangat luas, misalnya bagaimana upaya orang tua dalam memberikan pengetahuan tentang perubahan biologis, psikologis, dan psikososial sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan anak.


Secara garis besar pendidikan seksual pada anak bertujuan untuk:

1. Membantu mengetahui topik-topik biologis seperti pertumbuhan, masa pubertas dan kehamilan
2.Mencegah anak-anak dari tindak kekerasan seksual
3.Mengurangi rasa bersalah, malu, dan kecemasan akibat tindakan seksual
4.Mencegah terjadinya kehamilan dan terlibat dalam hubungan seksual di bawah umur dan mengurangi kasus infeksi menular seksua


Pendidikan seks juga disesuaikan dengan perkembangan usia sebagai berikut:

1. Usia 0 – 2 tahun. Anak sudah memiliki kemampuan mengenali kelamin dan membedakannya dari karakteristik fisik.
2.Usia 2 – 5 tahun. Anak seharusnya memahami konsep reproduksi paling sederhana, yaitu jika mereka bersama, maka mereka dapat “menciptakan” bayi.
3.Usia 6 – 8 tahun. Anak sudah memahami akan terjadi perubahan fisik saat menginjak usia pubertas, memahami perbedaan jenis kelamin, asal usul manusia, membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman dan penyakit. 
4.Usia 9 – 12 tahun. Anak memasuki usia pubertas, mereka harus dapat menerima perubahan dari bentuk tubuhnya, memahami hubungan antara lawan jenis dengan baik dan mengetahui konsekuensi yang akan terjadi dari tindakan yang dilakukan.
5.Usia 13 – 18 tahun. Anak cenderung tertutup jika berkaitan tentang seks. Namun, jika orang tua membiasakan dari awal, maka anak akan lebih terbuka. Penanaman moral ditekankan saat ini. 
6.Usia pranikah. Pembekalan pada pasangan yang ingin menikah tentang hubungan seks yang sehat dan tepat. 
7.Usia setelah menikah. Memelihara pernikahan melalui hubungan seks yang berkualitas.


Pertumbuhan dan Perkembangan Seks pada Anak

1. 

Tahap Oral


Tahap oral adalah tahap dimana seorang anak mendapat perasaan nikmat melalui mulutnya, hingga mencapai usia 1-2 tahun tingkat kepuasan seks dicapai, misalnya dengan mengisap puting susu ibu, dot atau mengisap jari tangan. Pada usia ini anak terlihat sangat antusias memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Hal ini merupakan tahap awal pemenuhan dari perkembangan psikoseksual dalam diri anak. 

2. 

Tahap Anal


Pada tahap ini, kenikmatan yang dirasakannya berubah dari mulut ke daerah anus dan sekitarnya (seperti saluran kencing). Kepuasan seks anak di dapat melalui rangsangan anus, seperti ketika sedang menahan kencing dan buang air besar. Saat buang air besar, antara umur 3-4 tahun sering duduk lama di toilet. Tahap ini dimulai pada saaat anak berusia 2-4 tahun.

3.

Tahap Falik


Pada tahap ini perubahan yang dirasakan adalah sekitar bagian kelaminnya.tahapan ini terjadi sekitar anak berusia 4-5 tahun. Rasa nikmat yang dirasakan berlangsung ketika alat kelaminnya mengalami sentuhan atau rabaan. Kepuasaan seks anak didapat melalui rangsangan anus saat buang air besar, antara umur 3-4 tahun sering duduk lama di toilet, sehingga kepuasannya tercapai.

4.

Tahap Laten


Tahapan ini terjadi pada usia 6-12 tahun. Tingkah laku seksual akan jarang terjadi karena lebih banyak bermain, mulai sekolah dan adanya perkerjaan rumah (PR) yang mengakibatkan mereka melupakan semuanya.

5.

Tahap Genital


Pada usia sekitar 12-15 tahun tanda seks sekunder mulai berkembang dan keinginan seks mulai nampak. Suara mulai berubah, keinginan dipuji mulai muncul. Masa ini adalah masa yang sangat berbahaya, sehingga perlu perhatian khusus orang di sekitarnya terutama orang tua. Sebagai contoh pada anak perermpuan mulai menstruasi dan anak laki-laki mulai mimpi basah.


Mengapa Perlu Pendidikan Seksual Usia Dini

1. Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat semua orang bisa mengakses informasi begitu cepat dan tanpa batas.
2.Pendidikan seks yang ditanamkan sejak dini akan mempermudah anak dalam mengembangkan harga diri, kepercayaan diri dan penerimaan diri yang positif.
3.Pertimbangan lain, pendidikan seksual diberikan lebih awal disebabkan karakter dasar manusia dibentuk pada masa anak-anak.
4.Ahli psikoanalisa telah membuktikan tentang pengaruh yang baik atau  yang tidak baik pada tahun-tahun pertama terhadap pertumbuhan karakter dasar anak. Pendidikan yang salah dapat mempengaruhi perkembangan berbagai bentuk penyimpangan seksual pada masa pertumbuhan selanjutnya.



Peran Orangtua dalam Pendidikan Seksual

1. Beri pemahaman tentang seks berdasarkan nilai agama serta moral. Adanya batasan nilai agama yang ditanamkan ke pikiran anak, maka anak akan berpedoman pada ajaran agama.
2.Beri rasa aman terhadap anak dengan adanya komunikasi yang baik. Komunikasikan secara jelas masalah seks dengan anak, sehingga anak tidak takut bertanya atau mencari sumber yang tidak jelas untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Contoh : perkenalkan secara jelas nama alat kelaminnya “penis/vagina’, jangan menggunakan istilah lain “pampam/titit”. Terangkan juga fungsinya dan cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit.
3.Sesuaikan penjelasan mengenai seks dengan usia dan tingkat pemahaman anak. Misal anak yang berumur  2 tahun bertanya dari mana datangnya adik bayi. Orang tua dapat menjawab “dari perut ibu”. Jawaban ini singkat, padat, jelas dan sangat sesuai dengan tingkat pemahaman anak yang masih “pendek”.
4.Batasi penjelasan atau jawaban hanya pada pertanyaan anak saja.


Upaya dalam Penyampaian

1. Beri nama anak sesuai jenis kelaminnya
2.Beri perlakuan sesuai dengan jenis kelamin anak
3.Kenalkan bagian tubuh dan fungsinya
4.Ajarkan cara membersihkan alat kelamin
5.Tanamkan rasa malu sedini mungkin
6.Beritahu bagian tubuh yang boleh atau tidak boleh di sentuh orang lain
7.Beritahu jenis sentuhan yang pantas dan tidak pantas
8.Biasakan untuk menutup aurat atau berpakaian yang sopan
9.Pisahkan tempat tidur anak
10.Ajari minta izin pada waktu-waktu tertentu
11. Seleksi media yang digunakan



10 hal yang tidak mendukung pendidikan seksual pada anak

1. Menganggap seks adalah hal yang vulgar dan tabu
2.Menganggap seks adalah hal alamiah sehingga tidak perlu dibicarakan
3.Sewaktu kecil, orang tua tidak mendapatkan pendidikan seks, sehingga merasa tidak perlu membicarakannya dengan anak
4.Menganggap bahwa mengajarkan pendidikan seks pada anak berarti memberikan informasi tidak senonoh
5.Menganggap sesuatu yang tidak dibicarakan, otomatis terselesaikan atau hilang dengan sendirinya
6.Menganggap bahwa pendidikan seks berarti hanya membicarakan proses hubungan seks
7.Menunggu anak bertanya 
8.Menganggap informasi tentang seks tidak menjadi bagian dari keseharian anak
9.Ketika membicarakan seks, timbul pikiran ‘ngeres’ dan merasa anak memiliki pikiran yang sama
10.Kaget dan bereaksi berlebihan pada anak ketika mereka bertanya sesuatu  yang berhubungan dengan seks



Contoh pertanyaan tentang pendidikan seks usia dini

Mengapa aku (perempuan) tidak boleh tidur seranjang dengan abang? Karena kalau tidur terkadang bajunya tersingkap, alat kelamin kita bisa saja kelihatan. Nah, nantikan bisa malu jika itu terlihat.


Bolehkan orang lain melihat penis/vaginaku? Penis atau vagina adalah anggota tubuh yang sangat pribadi (aurat), maka tidak boleh seorangpun melihat.


Dari mana aku lahir dan bagaimana caranya bisa keluar? Adek tumbuh dalam perut ibu. Adek keluar dari perut ibu. Dalam perut ibu ada tempat khusus yang dikenal dengan rahim, dimana bayi tumbuh di dalamnya.melalui lubang khusus diantara kedua kaki ibu yang disebut vagina. Jika sudah tiba waktunya (9 bulan), maka adek akan keluar dari perut ibu. 

Kenapa ayah dan ibu bisa punya anak? Ketika terjadi hubungan seksual antara ayah dan ibu.


Semoga rangkuman ini memberikan pencerahan untuk para mama. Berhubung artikel ini adalahrangkuman materi, kemungkinan pertanyaan para mama di rumah belum bisa terjawab semua. Silakan dikonsultasikan dengan psikolog terdekat jika ada yang belum jelas,


Doll House


Anak mana yang tidak suka rumah boneka? anak laki-lakipun juga suka bermain rumah-rumahan. Tahu sendiri kan harga doll house seperti apa? Kita bisa buatkan sendiri rumah boneka sesuai dengan karater anak-anak. Bahkan bisa dijadikan project bersama anak. Pasti seru.

Mari kita intip kegiatan Lifelong Learning Mamas (L3M) dengan materi membuat rumah-rumahan. Kali ini tutornya adalah lulusan arsitek UGM bernama Siti Chairuunnisya yang biasa kami panggil Uun.

Bahan-bahan:

1. Cutter merek SDI (lebih kuat)
2.Tripleks lembaran besar
3.Cutting mat
4.Penggaris besi 100cm
5.Lem Fox
6.Lakban kertas




Pola tripleks ukur sesuai dengan petunjuk di gambar berikut.

Kemudian potong-potong tripleks dengan cutter sesuai dengan pola yang telah diukur.


Cara menyusun tripleks bisa dilihat di video ini.




Cara mengelem rumah boneka:



Hasil jadinya kurang lebih seperti ini:


Tidak perlu khawatir jika lem tidak rapi karena ketika lem fox mengering warnanya akan menjadi bening. Kita bisa mengajak anak untuk mendekorasi ruangan rumah boneka mereka sesuai dengan kesukaannya. Contohnya punya Ar (5,5 tahun) ini adalah rumah untuk koleksi robotnya. Dinding-dindingnya kami tempeli kertas berbagai warna (mereknya concord. Boleh juga pakai merek lain). Tinggal dilem saja tripleksnya kemudian tempelkan kertasnya. Kalau di project ini kami lem dulu semua kertas ke dinding-dindingnya sebelum dirangkai menjadi rumah. ada juga bagian dinding yang lain ditempeli stiker polkadot. Bisa untuk latihan motorik halus juga kan? Silakan saja dibuat sesuai kemampuan masing-masing. Kami tidak tambahkan tangga karena robot bisa terbang atau turun pakai tiang yang ada disebelah kiri ruangan. Ini menurut imajinasi Ar. Panjang dan tinggi rumah robot Ar kami pangkas disesuaikan dengan ukuran kabinet di rumah supaya menghemat tempat. 

Ar juga ikut terlibat dalam pembuatan rumah robotnya. Dari memilih warna dinding, mengelem, dan menempel stiker semua dilakukan dengan antusias. bahkan mama tidak boleh berhenti sebelum rumah robotnya selesai. Dalam sehari semalam kami berhasil menyelesaikannya karena butuh waktu untuk mengeringkan  cat. Dan inilah hasilnya. Hasil tidak memungkiri usaha ya? Kami puas dengan karya kami.

Rumah boneka untuk anak perempuan bisa ditambahkan furnitur dengan menggunakan sisa bahan tripleks yang ada atau memakai stik es krim. Selamat berkreasi, anak-anak pasti sangat suka dengan karya mamanya bahkan karyanya sendiri.

Life-Long Learning Mama


Life-Long Learning Mama adalah komunitas para mama di Yogyakarta yang mulai mengadakan kegiatan pertamanya tanggal 4 April 2017. Komunitas ini didirikan untuk mengisi waktu para mama yang mengantar-jemput anaknya ke sekolah. Sambil menunggu anak-anak di sekolah, para mama berkumpul melakukan kegiatan yang dapat mendukung pendidikan anaknya di rumah. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah membuat alat peraga montessori ataupun belajar hal lain dari sesama anggota. Kami berkumpul setiap hari Selasa pada minggu pertama dan ketiga. Berikut agenda pertemuan kami.

No.Tanggal Kegiatan
1. 4 April 2017Membuat Nampan benua untuk Latihan Keterampilan Hidup (Montessori)
2.18 April 2017Membuat Continent Busy Book dengan Kain Flanel
3.23 Mei 2017Memanam dengan Metode Hidroponik Sederhana
4.6 Juni 2017Mengajarkan Fonik pada Anak
5.8 Agustus 2017 Membuat Lampu Tidur dari Stik Es Krim
6.22 Agustus 2017 Membuat Globe Montessori
7.5 September 2017 Menjahit Seprei, Tas, Dompet
8.19 September 2017 Melanjutkan Menjahit Seprei, Tas, Dompet
9.10 Oktober 2017Crochet (Scarf, Rug)
10. 24 Oktober 2017Melanjutkan Crochet (Scarf, Rug)
11.7 November 2017Daily Glowing Make Up
12.21 November 2017Membuat Rumah Boneka
13.5 Desember 2017Workshop Pop-Up BOOK
14.19 Desember 2017Final Exam



Bagi buibu di Yogyakarta yang memiliki visi yang sama dengan kami, silakan menghubungi email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it untuk bergabung dengan komunitas Life-Long Learning Mama. Syaratnya adalah bisa aktif dalam kegiatan kami. Mudah kan?



DIY: Continent Busy Book

Pertemuan kedua komunitas Life-Long Learning Mama adalah membuat 'Busy Book' Benua. Pembuatan busy book ini membutuhkan waktu dua kali pertemuan dimana para anggota juga menyelesaikan proses menjahit di rumah.

Bahan dan peralatan yang dibutuhkan:

1. kain flanel berbagai warna
2.pita
3.tali aksesoris
4.velcro
5.resleting
6.magnet
7.mata ayam
8.hook & eye
9.kancing besar
10. kancing kecil
11.kancing cetit
12.pengait tas
13.benang sesuai warna kain flanel
14.gunting
15.lem
16.jarum

Buat sendiri pola sesuai dengan foto busy book kami. Mohon maaf kami tidak menyediakan printable polanya, tapi untuk pola benua dapat diunduh disini. Setelah selesai, satukan dua lembar flanel biru dengan menjahitnya menjadi satu halaman bolak-balik.




DIY: Benua untuk Latihan Keterampilan Hidup (Montessori)

Ini adalah pertemuan perdana komunitas Life-long Learning Mama dengan agenda membuat benua untuk latihan keterampilan hidup memindahkan manik-manik dengan pinset.

Bahan adonan yang dibutuhkan:

1. 1 cup baking soda
2. 1/2 cup tepung maizena
3.3/4 cup air



Cara membuat adonan dan proses pembuatan benua dapat dilihat di video di bawah ini.



Selamat mencoba. Jangan lupa tag instagram @raisingamontessorian dan @lifelonglearningmama jika sudah berhasil membuatnya ya.